Todayon2009's Blog

Just another WordPress.com weblog

Tugas Diskusi Psikolinguistik PBA 2006/2007

TUGAS DISKUSI UNTUK MATA KULIAH PSIKOLOGI BELAJAR BAHASA

Instruksi: Buatlah 7 kelompok diskusi. Masing-masing kelompok terdiri atas 3 atau 4 mahasiswa. Diskusikan salah satu topik yang ada. Tugas dikumpulkan setelah jam perkuliahan berakhir (atau paling lambat pada pukul 16.00) di ruang Jurusan KI.

Kelompok 1
a. Sebutkan dan jelaskan perbedaan dan persamaan antara perilaku komunikasi pada hewan dan perilaku berbahasa pada manusia.
b. Bagaimana hewan dan manusia bisa saling berkomunikasi?

Kelompok 2
a. Sebutkan dan jelaskan fungsi bahasa menurut pendapat salah seorang tokoh.
b. Dalam berkata-kata seseorang dapat berbohong. Jelaskan pendapat Saudara mengenai kemampuan manusia untuk berbohong.

Kelompok 3
a. Jelaskan aspek neurologi (proses yang terjadi di otak) ketika dua orang sedang melakukan percakapan.
b. Jika terjadi “tidak nyambung” (apa yang ditanyakan berbeda dengan jawaban yang diberikan, tetapi bukan karena terdapat masalah pada sistem pendengaran), kira-kira dimana letak permasalahannya?

Kelompok 4
a. Jelaskan pengertian teori lateralisasi dan teori lokalisasi dalam aspek neurologi bahasa
b. Apa kaitan ketidaksimetrisan otak (otak kiri lebih besar dari otak kanan) dengan kemampuan berbahasa?

Kelompok 5
a. Jelaskan mengenai struktur dalam dan struktur luar pada bahasa menurut Chomsky.
b. Apakah Chomsky berpendapat bahwa tidak ada hubungan antara bahasa dan pemikiran? Jelaskan jawaban Saudara

Kelompok 6
a. Ceritakan secara singkat satu cerita mengenai upaya manusia mengajari hewan untuk berbicara. Bandingkan dengan kasus Kamala atau Genie (pilih salah satu saja; buku Psikolinguistik hal 162 – 165). .
b. Keterbatasan dalam aspek apa yang menyebabkan kegagalan mengajari bahasa pada dua kasus yang telah Anda jelaskan sebelumnya?

Kelompok 7
a. Sebutkan dan jelaskan bagian-bagian otak yang bertanggung jawab terhadap perilaku berbahasa pada manusia.
b. Jika orang berkata, “dia ngomong nggak pakai otak”, apa yang dimaksud oleh orang tersebut? Bisakah kita berbicara tanpa menggunakan otak?

HASIL DISKUSI MATA KULIAH PSIKOLOGI BELAJAR BAHASA
(27 April 2009)

Kelompok 1 (Ahyaruddin, Muhammad Zulkifli, Rini Aspiani, Ida Mahmudah)
Sebutkan dan jelaskan perbedaan dan persamaan antara perilaku komunikasi pada hewan dan perilaku berbahasa pada manusia. Bagaimana hewan dan manusia bisa saling berkomunikasi?

Perbedaan perilaku komunikasi pada hewan dan perilaku berbahasa pada manusia
Manusia mampu menggunakan simbol-simbol untuk berkomunikasi yaitu bahasa. Bahasa manusia beragam bergantung pada suku dan bangsa. Manusia mampu mengembangkan atau memelajari dan mempratikkan bahasa lain.
Hewan tidak bisa seperti itu, walaupun beberapa hewan ada yang mampu dilatih mengucapkan beberapa kosakata (seperti burung beo, simpanse) tetapi tidak memahami maknanya.
Manusia menemukan tulisan, jika tidak maka manusia berkomunikasi dengan lisan. Dengan ditemukannya tulisan ruang komunikasi manusia menjadi luas. Hewan tidak mampu menemukan temuan-temuan baru dan tidak pula mampu membuat tulisan.
Komunikasi manusia dengan manusia (human communication) disebut sebagai komunikasi sosial atau komunikasi kemasyarakatan. Komunikasi hewan adalah komunikasi antar hewan. Pada kenyataannya memang ada manusia berkomunikasi dengan hewan, misalnya polisi dengan anjing pelacak, petani dengan kerbau.
Pada kenyataannya, dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat hewan seperti kuda, anjing, gajah bisa melakukan perintah dari pawang yang diberikan dalam bentuk ujaran. Nampak bagi kita hewan-hewan tersebut mengerti bahasa manusia karena ia mampu melakukan perintah-perintah yang diberikan. Mengerti bahasa dan dapat berbahasa adalah suatu hal yang berbeda karena hewan yang dilatih memang mengerti bahasa karena ia mampu melakukan apa yang diperintahkan. Kemengertian hewan itu sebenarnya bukanlah karena dia mengerti bahasa melainkan sebagai hasil dari respon-respon yang dikondisikan.

Persamaan perilaku komunikasi pada hewan dan perilaku berbahasa pada manusia
Manusia dan hewan sama-sama berkomunikasi dengan bahasa, simbol dan isyarat. Manusia berkomunikasi dengan beragam bahasa (suku dan bangsa) sedangkan hewan dengan symbol isyarat.

Hewan dan manusia saling berkomunikasi
Hewan dan manusia saling berkomunikasi dengan cara manusia mengajarkan dan melatih hewan dengan memberikan stimulasi sebagaimana yang diberikan kepada manusia. Hewan dapat mengucapkan kata-kata yang diminta oleh manusia apabila diberi balasan makanan dan minuman. Contohnya, apabila seekor anjing akan makan, manusia menandainya dengan bunyi bel.
Hewan dan manusia bisa saling berkomunikasi yaitu pada saat manusia meminta bantuan hewan saat akan melakukan tugas. Contohnya, seperti polisi dengan anjing pelacak dan juga petani dengan kerbau.

Kelompok 2 (Ahmad Riyadi Prasetia, Fatkhuna’imurrakhman, M Sabrina, Sri Auliana)
Sebutkan dan jelaskan fungsi bahasa menurut pendapat salah seorang tokoh.
Dalam berkata-kata seseorang dapat berbohong. Jelaskan pendapat Saudara mengenai kemampuan manusia untuk berbohong.

Fungsi Bahasa
Menurut Abdul Chaer fungsi bahasa adalah alat interaksi sosial, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau juga perasaan. Menurut Wardhaugh, seorang pakar sosiolinguistik, fungsi bahasa sebagai alat komunikasi manusia baik lisan maupun tulisan. Dari pendapat kedua tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian fungsi bahasa sudah mencakup lima fungsi dasar yang menurut Kinneavy disebut fungsi ekspresi, fungsi informasi, fungsi persuasi dan fungsi entertaimen.
Kelima fungsi dasar ini mewadahi konsep bahwa bahasa merupakan alat untuk melahirkan ungkapan-ungkapan batin yang ingin disampaikan seorang penutur kepada orang lain. Pernyataan senang, benci, kagum, marah, jengkel sedih dan sebagainya dapat diungkapkan dengan bahasa meskipun tingkah laku, mimic dan gerak-gerik berperan dalam pengungkapan ekspresi batin. Fungsi informasi adalah untuk menyampaikan pesan atau amanat orang lain. Fungsi eksplorasi adalah penggunaan bahasa untuk menjelaskan suatu hal, perkara dan keadaan. Fungsi persuasi adalah penggunaan bahasa yang bersifat memengaruhi atau mengajak orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Fungsi entertaimen adalah penggunaan bahasa dengan maksud menghibur, menyenangkan atau memuaskan perasaan batin.

Kemampuan manusia untuk berbohong
Orang mengenal kata bohong sebagai pengingkaran atau tepatnya sombong. Bohong adalah kemampuan manusia untuk menolak kebenaran yang ada atau setidaknya meniadakan yang mestinya ada. Maka itu, untuk melakukan bohong diperlukan keterampilan khusus terutama dalam mengreasikan situasi yang selanjutnya akan diselaraskan dengan makna kata, raut muka, gerak tubuh, tarikan nafas…yang disesuaikan dengan konsep bohong yang sedang dimainkan.
Pokoknya, semua perhatian kita kerahkan agar program bohong dapat berhasil dengan sukses. (nonton tv jadi tidak nyaman, diajak ngobrol jadi tidak nyaman, orang lain tertawa, si pembohong akan terus berpikir bagaimana agar kebohongan tetap eksis.

Kelompok 3 (Khairun Nisa, Gt. M. Irhamna Husin, Riswan Hafidzi, Maisarah).
Jelaskan aspek neurologi (proses yang terjadi di otak) ketika dua orang sedang melakukan percakapan. Jika terjadi “tidak nyambung” (apa yang ditanyakan berbeda dengan jawaban yang diberikan, tetapi bukan karena terdapat masalah pada sistem pendengaran), kira-kira dimana letak permasalahannya?

Proses neurologis percakapan antara dua orang
Proses yang terjadi meliputi: enkode semantik dan enkode gramatikal dalam otak penutur. Enkode fonologi dimulai dari otak penutur lalu dilaksanakan oleh alat ucap di dalam rongga mulut penutur.
Sebaliknya, dekode fonologi dimulai dari telinga pendengar dan dilanjutkan ke dalam otak pendengar dengan lanjutannya berupa dekode gramatikal dan berakhir pada dekode semantik.
Bila alat-alat fisiologi penutur dan pendengar berada dalam keadaan sehat normal, maka pesan semantik yang dikirimkan penutur dapat diterima dengan baik oleh otak pendengar. Artinya, proses berbahasa itu berjalan dengan baik. Dikarenakan proses berbahasa lebih bersifat dua arah, bersifat bolak-balik antara penutur dan pendengar, maka seorang penutur kemudian bisa menjadi pendengar dan seorang pendengar kemudian bisa menjadi penutur. Begitulah proses terjadi bergantian yang secara teoritis berjalan terlalu lama dan panjang, namun sebenarnya yang terjadi berlangsung dalam waktu yang singkat dan cepat. Semua proses ini dikendalikan oleh otak yang merupakan alat pengatur dan pengendali gerak semua aktivitas manusia.

“Tidak nyambung” dapat terjadi apabila alat-alat fisiologi penutur dan pendengar berada dalam keadaan tidak sehat dan tidak normal. Pesan semantik yang dikirimkan penutur tidak dapat diterima oleh otak pendengar sehingga proses berbahasa berjalan dengan tidak baik.

Kelompok 4
Jelaskan pengertian teori lateralisasi dan teori lokalisasi dalam aspek neurologi bahasa
Apa kaitan ketidaksimetrisan otak (otak kiri lebih besar dari otak kanan) dengan kemampuan berbahasa?

A. Pengertian teori lateralisasi
Dari teori Broca dan Wernicke sebenarnya sudah dapat ditarik suatu kesimpulan yang menyatakan adanya spesialisasi atau semacam pembagian kerja pada daerah-daerah otak (korteks) serebrum manusia. Satu teori yang dapat ditarik secara jelas adalah bahwa belahan korteks (hemisfer) dominant bertanggung jawab untuk mengatur penyimpanan/pemahaman dan proses bahasa alamiah.
B. Teori Lokalisasi
Teori lokalisasi atau lazim juga disebut pandangan lokalisasi
(localization view) berpendapat bahwa pusat-pusat bahasa dan ucapan berada di daerah Broca dan daerah Wernicke. Perhatikan gambar berikut:

Gambar tersebut menunjukkan wilayah dalam otak yang ada kaitannya dengan kegiatan berbahasa. Hand dan writing adalah wilayah yang mengendalikan tangan kanan. Speech dan face adalah wilayah yang mengendalikan saraf saluran ucapan. Auditory merupakan wilayah yang memroses bahasa lisan terutama melalui telinga kanan. Tactile adalah wilayah yang memroses informasi penginderaan melalui kulit, saraf dan tangan kanan. Visual adalah wilayah yang memroses bahasa tulis.

Kaitan ketidaksimetrisan otak (otak kiri lebih besar dari otak kanan) dengan kemampuan bahasa: Geschwind dan Levistsky (1968)telah menganalisis secara terperinci seratus otak manusia normal, setelah mereka meninggal. Ditemukan bahwa planun temporale (yaitu daerah belakang gyrus Heschl (daerah-daerah bahasa)jauh lebih besar pada hemisfer kiri. Bahkan perbedaan ini dapat langusng dilihat dengan mata. Penemuan ini diperkuat oleh Wada (1969)lewat penelitian postmortem (setelah meninggal) pada otak bayi-bayi, yang membuktikan bahwa ketidaksimetrisan kedua hemisfer otak telah terdapat sejak lahir. Hal ini disebabkan adanya pusat-pusat tertentu pada hemisfer kiri yang mengatur bahasa.
Jika hemisfer kanan lumpuh, maka anggota badan sebelah kiri tidak berfungsi sama sekali, namun fungsi bahasa tidak terganggu sama sekali. Apabila hemisfer kiri yang lumpuh, maka anggota badan bagian kanan akan lumpuh, termasuk hilangnya kemampuan berbahasa.

Kelompok 5 (Abdullah, M. Azhari Fadli, Zailani, Mu’nisa Hayati)
Jelaskan mengenai struktur dalam dan struktur luar pada bahasa menurut Chomsky.
Apakah Chomsky berpendapat bahwa tidak ada hubungan antara bahasa dan pemikiran? Jelaskan jawaban Saudara
Struktur dalam menurut Chomsky adalah “nurani”, artinya rumus-rumus itu dibawa sejak lahir. Pada waktu anak-anak mulai memelajari bahasa ibu dia telah dilengkapi sejak lahir dengan suatu peralatan konsep dengan struktur bahasa dalam yang bersifat universal.
Struktur luar. Pada struktur luar bahasa itu berbeda-beda. Pada tingkat dalam bahasa terdapat rumus-rumus tata bahasa yang mengatur proses-proses yang memungkinkan aspek-aspek kreatif bahasa bekerja.

Menurut Comsky, tidak ada hubungan antara bahasa dan pemikiran. Bahasa dan pemikiran adalah dua buah sistem yang bersaingan, dan memunyai otonomi masing-masing. Seorang anak yang dungupun akan lancar berbahasa hampir pada jangka waktu yang sama dengan seorang anak yang normal.
Hipotesis nurani berpendapat bahwa struktur-struktur dalam bahasa itu sama. Struktur dalam setiap bahasa bersifat otonomi, dan karena itu, tidak ada hubungannya dengan sistem kognisi (pada umumnya), termasuk kecerdasan.

Kelompok 6
Ceritakan secara singkat satu cerita mengenai upaya manusia mengajari hewan untuk berbicara. Bandingkan dengan kasus Kamala atau Genie (pilih salah satu saja; buku Psikolinguistik hal 162 – 165). .
Keterbatasan dalam aspek apa yang menyebabkan kegagalan mengajari bahasa pada dua kasus yang telah Anda jelaskan sebelumnya?

Ada beberapa pakar yang berusaha mengajari hewan berbicara. Diantaranya pasangan suami-istri Keith J. Hayes-Catherine Hayes dan R. Hallen Gardner-Beatrice T. Gardner. Keith-Catherine mengajari seekor simpanse berbicara. Dalam hal ini, upaya mereka mengajari simpanse tersebut dengan cara melatih binatang tersebut untuk menggerakkan bibirnya dengan sedemikian rupa untuk memberikan contoh pengucapan yang benar dengan dibantu kedua tangannya.
Suami-istri Hallen dan Beatrice mengajari simpanse dengan cara mengajarkan binatang tersebut dengan bahasa isyarat Amerika yang digunakan oleh tuna rungu di Amerika dengan alasan simpanse lebih peka terhadap visual daripada isyarat verbal.
Dengan bahasa isyarat itu, konsep-konsep atau kata bahasa Inggris diwujudkan dengan isyarat yang dibuat dengan tangan. Kebanyakan lambang bahasa isyarat tersebut bersifat arbitrer, tetapi semua lambang itu dapat dipadukan menurut prinsip-prinsip gramatikal dan sintaksis bahasa Inggris. Disamping itu mereka juga memotivasi binatang tersebut untuk memelajari bahasa isyarat itu dengan cara menunjukkan posisi tangan secara berulang-ulang dan dengan cara memerbaiki posisi tangan binatang tersebut pada waktu membuat isyarat. Selain itu mereka juga memperkenalkan berbagai macam objek mainan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan tangan.
Dalam kasus Kamala dan Genie, kedua anak tersebut tidak bisa berkomunikasi dengan baik karena mereka tidak pernah diajarkan atau dilatih oleh manusia (sesuai lingkungannya) dan merekapun tidak pernah mendengar bahasa yang diucapkan manusia.
Simpanse, mampu mengucapkan kata-kata (berbahasa) dikarenakan dilatih dan diajari. Akan tetapi dari segi fungsi, otak manusia memiliki perbedaan fungsi. Pada otak manusia ada bagian-bagian tertentu yang memiliki sifat yang disebut manusiawi. Pada teori generatif transformasi Chomsky, mengatakan bahwa kemampuan berbahasa adalah kemampuan untuk menghasilkan kalimat-kalimat baru yang belum pernah didengar atau diucapkan orang. Pada binatang, walaupun bisa mengucapkan kalimat yang pernah diajarkan, tetapi tidak dapat membuat kalimat-kalimat baru dikarenakan perbedaan fungsi otak
berikut adalah gambar Washoe

Kegagalan yang dialami para peneliti pada kasus-kasus di atas disebabkan oleh:
– Mereka tidak ditempatkan ditempat yang semestinya, sehingga mereka tidak bisa bersosialisasi dan berkomunikasi dengan bahasa dan lingkunganya. Mereka hanya bisa berkomunikasi dan memahami bahasa yang diperolehnya dari lingkungan yang mengondisikannya.
– Mereka tidak diajarkan dan dilatih dengan bahasa manusia yang sebenarnya.

foto Genie

Kelompok 7
Sebutkan dan jelaskan bagian-bagian otak yang bertanggung jawab terhadap perilaku berbahasa pada manusia.
Jika orang berkata, “dia ngomong nggak pakai otak”, apa yang dimaksud oleh orang tersebut? Bisakah kita berbicara tanpa menggunakan otak?

Bagian-bagian otak yang bertanggung jawab terhadap perilaku berbahasa ialah neokorteks atau otak berfikir. Neokorteks terbungkus disekitar bagian atas dan sisi-sisi sistem limbik, yang membentuk 80% dari seluruh materi otak. Bagian otak ini merupakan tempat bersemayamnya kecerdasan kita. Inilah yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran dan sensasi tubuh. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah penalaran, berpikir secara intelektual, pembuatan keputusan, perilaku waras, bahasa, kendali motorik dasar dan ideasi (penciptaan gagasan) nonverbal.
Jika ada yang berkata, “dia ngomong nggak pakai otak’’, itu hanyalah sebuah ungkapan bagi orang yang asal bicara. Perkataannya tersebut akan menyakiti hati orang atau membuat hati orang lain tersinggung. Dia tidak berfikir panjang sebelum mengucapkan sesuatu. Itulah maksud dari ungkapan “orang yang ngomng tidak pakai otak”. Padahal, sebenarnya kita tidak bisa berbicara tanpa menggunakan otak. Hal ini dikarenakan otak memiliki bagian-bagian yang bertanggung jawab terhadap perilaku berbahasa atau berbicara (neokorteks). Setiap orang berbicara pasti memiliki tujuan dan tujuan tersebut tidak mungkin tercipta tanpa adanya pikiran terlebih dahulu.

December 29, 2009 - Posted by | Tugas Diskusi

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: