Todayon2009's Blog

Just another WordPress.com weblog

Psikologi Kepribadian (overview)

Studi tentang kepribadian1 menekankan pada variasi individu yang normal. Kepribadian didefinisikan sebagai pola-pola unik perilaku seseorang (termasuk pemikiran dan emosi) yang menandakan pola adaptasi dalam hidupnya. Kepribadian bersifat koheren dan kontinyu (bersifat menetap) yang dipercayai/diyakini oleh orang tersebut maupun oleh orang yang mengenalnya.
Sebagai salah satu cabang dari psikologi, psikologi kepribadian dianggap sebagai bagian yang paling tidak ilmiah (atau yang paling filosofis). Masing-masing teori menekankan berbagai aspek kepribadian dari dimensi yang berbeda, menggunakan metode yang tidak sama dan antar teori terkadang saling bertentangan.
Bila ditinjau dari sejarah, pengenalan manusia mengenai dirinya bisa jadi akan setua usia perabadannya. Para filsuf, agamawan dan ilmuan memelajari manusia dan menghasilkan berbagai penemuan tentang hakikat manusia. Socrates dapat dianggap sebagai tonggak dalam memelajari manusia secara lebih “serius” dikarenakan pendekatan Socrates yang lebih bersifat antroposentris. Sebelumnya, kepribadian dipelajari dengan pendekatan spekulatif (filsafat, pseudoscience, mitologi). Pendekatan pra ilmiah dapat kita lihat pada daktiloskopi/chirologi (ilmu garis tangan), astrologi, grafologi (ilmu peramalan tulisan tangan), physiognomi (meneliti tipe wajah berdasar bentuk wajah) dan phrenologi (pembagian tipe manusia berdasarkan ukuran dan dimensi tengkorak).
Psikologi kepribadian memelajari kepribadian dengan dua sudut tinjauan; personality differences – tipe dan sifat yang berbeda antara orang satu dengan orang yang lain dan pencarian jawaban atas what is it to be a person. Pendekatan yang digunakan dalam meneliti atau memelajari kepribadian terbagi atas dua pendekatan, Pertama, pendekatan tipologis. Pendekatan ini menggunakan sejumlah kecil komponen dasar pada manusia yang digeneralisasikan menjadi keseluruhan kepribadian seseorang. Pendekatan kedua lebih menekankan pada struktur, dinamika dan perkembangan kepribadian (dengan tiga mahzab utama; psikodinamika, behavioristik dan humanistik).
Teori-teori kepribadian non-trait membahas mengenai – setidaknya — 5 dimensi2 meliputi: 1) Struktur (aspek kepribadian yang bersifat relatif stabil dan mantap, sebagai unsur-unsur pembentuk sosok kepribadian), 2) Proses (konsep mengenai dinamika, pertumbuhan dan perkembangan struktur kepribadian sejak bayi hingga dewasa, 3) Psikopatologi (hakikat gangguan, asal-usul dan proses abnormalitas kepribadian), 4) Perubahan tingkah laku dan 5) Modifikasi perilaku dan model-model psikoterapi.
Dalam pengaplikasiannya teori trait dikembangkan menjadi alat-alat tes untuk mengetahui tipe kepribadian dalam kaitannya dengan kecocokan dengan pekerjaan tertentu. Disisi lain, teori mengenai dinamika kepribadian bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek seperti motivasi, minat dan bakat serta kecenderungan kepribadian hingga prediksi abnormalitas dan upaya penanganan individu yang bermasalah. Teori-teori tersebut dapat diterapkan dalam seting pendidikan, konseling, dasar bagi kriminologi dan dalam HRD atau manajemen SDM dalam dunia industri dan organisasi.

December 28, 2009 - Posted by | Psikologi Kepribadian

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: