Todayon2009's Blog

Just another WordPress.com weblog

Dampak Personal dan Sosial Drug Abuse

Konsumsi narkoba jelas bersifat patologis, tidak hanya bagi diri tetapi juga menjadi gangguan sosial. Kenyataannya drug abuser tidak dapat “berfungsi” dengan normal dan tidak dapat menghentikan kebiasaan tersebut. Secara psikologis, drug abuse berdampak secara mental, emosi dan sosial (hubungan yang tidak wajar di masyarakat)1.

Secara umum faktor ketergantungan zat menurut psikologi dapat ditinjau dari teori behavioral dan dari aspek perkembangan-kepribadian. Menurut teori behavioral, ketergantungan obat merupakan suatu kondisioning dan reinforcement. Terdapat empat penguat: primary reinforcer : perasaan menyenangkan, primary reinforcer/negative reinforcer : sindroma putus obat, timbulkan pain yang mendorong untuk menggunakan obat lagi. Berikutnya, secondary reinforcer : perubahan tingkah laku akibat penggunaan obat dan secondary reinforcer : tidak tahan bila melihat benda-benda yang ada hubungannya dengan pemakaian obat.

Dari sudut perkembangan, fase remaja menjadi pemicu dikarenakan pada remaja terdapat perubahan yang pesat pada jasmani, intelektual dan sosial sehingga menimbulkan ketegangan, resah, bingung, unsafe, tertekan, depresi. Hal ini diikuti dengan perilaku atau keinginan ingin lepas dari orang tua (addict sebagai alat interaksi sosial), ingin membentuk identitas diri dan kuatnya dorongan eksplorasi dunia2

Pemakaian narkoba meliputi abstinence, penggunaan berkala dan pemakaian yang telah bermasalah, eksperimentasi, hingga pada kecanduan. Kebiasaan ini terkait dengan problem remaja dan perilaku remaja sebagai manifestasi dari gangguan kepribadian dan gangguan mental yang memerlukan pemeriksaan medis secara menyeluruh. Dengan demikian, memahami konteks dan alasan pemakaian narkoba (internal dan eksternal) penting bagi upaya intervensi.

Ada beberapa model dinamika dan proses penggunaan narkoba, diantaranya dikemukakan oleh Zinberg, Shaver dan Thorley. Ketiga model ini menyediakan dasar pemahaman bagi asesmen serta upaya pencegahan dan penanganan narkoba. Model ini akan meningkatkan pemahaman mengapa seseorang sampai mau menggunakan narkoba dan memberi petunjuk mengenai bagaimana seseorang menghentikan penggunaan narkoba.

Pemahaman atas tinjauan perilaku dan sosial penggunaan narkoba merupakan upaya untuk memahami faktor penyebab drug use. Hal ini dapat dijadikan sebagai “jalan masuk” bagi upaya pencegahan, penanganan dan tindakan kuratif penggunaan narkoba. Pemahaman ini penting tidak hanya bagi kalangan profesional yang menangani kasus narkoba melainkan juga bagi pendidikan dan orang tua yang memiliki anak remaja. Setiap orang, apapun posisinya yang mau tidak mau harus membuka mata terhadap kenyataan yang menjadi prolem sehari-hari yang sangat mungkin dihadapi atau menimpa siapa saja.

1 the cost of lost human capacity and productivity, the costs and effects of all kinds of drug-related criminal activity, and the costs of medical and social services needed by users and others who become victims of their use. One of the most serious aspects of the problem of drug abuse today concerns the link between drugs and HIV/AIDS.

2 Bedasarkan data statistik di Australia (th 2004 terhadap remaja berusia di atas 14 tahun), faktor yang memicu penggunaan drug pertama kali yaitu rasa ingin tahu (77%), tekanan teman (54%), have fun (21%), mencari pengalaman (12%), ambil resiko (9%), ingin merasa nyaman (6%) problem dengan orang lain (5%) pengalaman trauma (2%), agar langsing (1%) dan faktor lain (3%)

December 28, 2009 - Posted by | Pendidikan Anti Narkoba

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: