Todayon2009's Blog

Just another WordPress.com weblog

Kognisi, Memori dan Bahasa

KOGNISI DAN MEMORI DAN BAHASA

Psikologi kognisi memelajari proses mental yang lebih tinggi pada manusia, termasuk bagaimana seseorang mengetahui dan memahami ”dunianya”, memroses informasi, membuat penilaian dan keputusan serta menyampaikan pengetahuan dan isi pikirannya kepada orang lain. Diantara sub bahasan kognisi yang penting memori dan bahasa merupakan prasyarat bagi pengembangan fungsi kognitif lainnya.

MEMORI

Ingatan sebagai suatu kapasitas untuk mencatat, memertahankan dan memunculkan kembali informasi yang pernah dipelajari. Tanpa memori seseorang tidak dapat membangun pengetahuan dari pengalaman masa lalunya. Demikian pula, seseorang tidak dapat mengadaptasikan pengetahuan mereka pada situasi yang baru. Keterkaitan kognisi dan memori ialah kualitas memori akan menentukan bagaimana suatu solusi dihasilkan. Bagaimana pengetahuan ditransformasikan, dielaborasikan dan dapat digunakan untuk kepentingan yang berbeda di waktu yang tidak sama.

Ada dua teori berpengaruh yang menjelaskan memori. Pertama, teori tiga tahap: SM, STM dan LTM. Informasi berpindah pada tiap tahap melalui proses repetitive rehearsal dan proses elaborative rehearsal. Memori memiliki dua bentuk: episodic memory dan semantic memory. Kedua info tersebut disimpan dalam tiga kode memori: kode linguistik, kode imajinal dan kode motorik. Kedua, teori levels of processing. Teori ini menjelaskan bahwa kualitas proses mengingat ditentukan oleh seberapa baik informasi diingat ditentukan oleh bagaimana suatu informasi diterima dan disadari (derajat analisis mental yang dilakukan)1.

Ingatan dipengaruhi oleh emosi dan arti yang kita berikan terhadap sesuatu2. Ingatan merefleksikan proses konstruksi yang kita lakukan. Suatu proses mengingat yang dipengaruhi oleh arti yang kita berikan terhadap hal tersebut. Manusia mengingat informasi dalam bentuk skema (tema umum yang berisi detil yang relatif spesifik). Skema dipengaruhi oleh pemahaman, harapan dan kesadaran kita terhadap motivasi yang melatarbelakangi perilaku seseorang.

BAHASA

Bahasa ialah sistem lambang bunyi yang digunakan sekelompok masyarakat untuk berinteraksi dan mengidentifikasi diri. Kemampuan manusia memberi arti terhadap bunyi merupakan kemampuan yang rumit dan kompleks. Bahasa bukan hanya alat komunikasi tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan cara berpikir, cara memahami dunia. Dengan demikian ada kaitan penting antara kognisi dan bahasa.

Hipotesis linguistic-relativity menyatakan bahwa bahasa membentuk dan dapat mengindikasikan cara seseorang berpikir. Meskipun bahasa tidak menentukan pemikiran, bahasa berpengaruh terhadap cara penyimpanan informasi pada memori dan seberapa baik informasi tersebut dapat diingat kembali3.

Penguasaan bahasa oleh seseorang meliputi dua bentuk yaitu kompetensi bahasa dan performansi berbahasa. Kompetensi bahasa merupakan pengetahuan mengenai sistem tata bahasa dan performansi bahasa merupakan kemampuan untuk menggunakan bahasa dalam berbicara dan pemahami pembicaraan orang lain.

Dalam kaitan bahasa dan berpikir, dinyatakan oleh Whorf (Chaer, 2003)4 sistem tata bahasa merupakan pembentuk ide-ide yang tentu saja berasal dari kegiatan mental seseorang. Dari sini dapat diartikan bahwa bahasa akan menentukan jalan pikir seseorang. Menurut Piaget, pikiran merupakan pembentuk bahasa. Bahasa yang digunakan oleh seseorang berasal dan ditentukan oleh pemikirannya. Piaget yang terkenal dengan teori mengenai pertumbuhan kognisi berpendapat bahwa perkembangan kognisi mendahului bahasa. Kemampuan berbahasa tercapai sejalan dengan kemampuan kognisi menggunakan simbol-simbol. Dengan demikian pikiranlah yang menentukan penggunaan suatu bahasa.

KESIMPULAN

Memori dan bahasa merupakan prasyarat sekaligus produk dari kemampuan kognisi manusia. Keduanya berperan penting dalam proses pembelajaran pengetahuan, pemahaman akan dunia dan komunikasi sebagai alat interaksi antar manusia, saat ini, di masa lalu dan pada masa yang akan datang. Tidaklah berlebihan dikatakan bahwa tingkat pengetahuan (kualitas dan kuantitas) dan kemampuan berbahasa merupakan indikator dari kecerdasan (keluasan pemahaman) yang dimiliki oleh seseorang.

1 The depth of processing during exposure to material, meaning the degree to which it is analyzed & considered – is critical; the greater the intensity of its initial processing, the more likely we’re to remember

2 Flashbulb/vivid memories dan von Restorff effect

3 The linguistic categories available in an given language affect the way that concepts are formed. Our impression and memory of others personality and behavior are affected by the linguistic categories provided us by the language we speak. Although language does not determine thought, then, it certainly influences it.

4 Sumber kutipan: bab IV pada buku Psikolinguistik (Kajian Teoretik), Abdul Chaer, 2003

About these ads

December 28, 2009 - Posted by | Psikolinguistik

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: