Todayon2009's Blog

Just another WordPress.com weblog

Berbagai Perspektif Mengenai Penyalahgunaan Narkoba

Penyalahgunaan narkoba melibatkan tidak hanya dinamika psikologis individu melainkan juga faktor eksternal lain dari lingkungan sosial. Weiss dan Mirin1 menggambarkan pola umum tahapan yang dialami seseorang hingga menjadi pengguna narkoba sebagai berikut: 1) eksperimentasi, 2) penggunaan rutin dan 3) tahapan adiksi.

Berdasarkan prevalensinya, faktor penyebab ketergantungan zat dapat dilihat dari sisi gender, usia, kepribadian, keluarga (genetis) dan sosiodemografik. Suatu pertanyaan yang menarik dapat diajukan; apakah penggunaan narkoba merupakan suatu penyakit, masalah moral atau bentuk dari pola perilaku yang menyimpang ?

Terlepas dari pertanyaan di atas, terdapat lima perspektif yang mencoba menjelaskan mengenai dinamika atau faktor psikologis mengenai penggunaan narkoba.

  1. Perspektif Biologis

Dua tinjauan terkait dengan aspek biologis meliputi neurotransmiter dan genetis. Narkoba berpengaruh langsung terhadap organ tubuh dan neurotransmiter2 (GABA, dopamin, serotonin, endorfin) yang ada di otak. Penggunaan narkoba akan menghambat produksi alami neurotransmiter. Faktor genetis menyumbang peran dalam hal kerentanan, aspek dan pola kepribadian dan secara tidak langsung membentuk pola interaksi di keluarga yang mengarah pada perilaku penyalahgunaan narkoba.

  1. Perspektif Belajar

Narkoba berperan mengurangi depresi atau kecemasan, sehingga menjadi reward, sehingga menjadi kebiasaan. Terbentuknya pola perilaku diawali karena pengaruh sosial, trial and error dan pengamatan sosial (imitasi dan modelling).

  1. Perspektif Kognitif

Keyakinan diantaranya meliputi sikap dan ekspektasi (harapan) untuk meningkatkan self efficacy yang memengaruhi pilihan (sadar atau tidak) untuk menggunakan narkoba. Narkoba (misalnya alkohol) bisa digunakan untuk mengalihkan kritik terhadap perilaku yang tidak dapat diterima.

  1. Perspektif Psikodinamika

Psikodinamika memandang bahwa pengguna narkoba menunjukkan ciri dari pribadi yang tergantung secara oral (fiksasi oral). Penyembuhan harus melibatkan aspek-aspek masa lalu yang tersimpan dalam alam bawah sadar seseorang.

  1. Perspektif Sosiokultural

Faktor sosiokultural meliputi tempat tinggal, orang-orang signifikan dan norma sosio dan kultural yang membentuk dan memengaruhi perilaku individu dan masyarakat. Beberapa diantara “agen” sosiokultural meliputi kelompok etnik, agama, negara dan usia.

Penanganan dalam penyalahgunaan narkoba dan ketergantungan zat melibatkan teori dari beberapa perspektif di atas. Bentuk penanganan meliputi pendekatan profesional dan nonprofesional. Tidak ada suatu bentuk penanganan yang lebih efektif, melainkan kombinasi khas, atau perpaduan metode yang didasarkan atas aspek pribadi (pendekatan personal) dari orang yang bersangkutan. Last but not least, faktor yang paling berperan yaitu individu itu sendiri. Individu harus memiliki kesadaran dan kemauan yang kuat untuk menghilangkan kebiasaan buruknya.

1 Nevid, et all. 2005. Psikologi Abnormal. Jilid 2, ed kelima. Jakarta: Erlangga

2 Zat kimia di otak yang menyalurkan pesan dari neuron (sel otak) ke neuron (sel otak) yang lain.

About these ads

December 28, 2009 - Posted by | Pendidikan Anti Narkoba

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: